Logika Algoritma : Tipe Data

Di setiap bahasa pemrograman telah disediakan berbagai tipe data dan sebagai programer dipersilakan untuk memilihnya. Tentu saja kita akan memilih tipe data yang sesuai dengan karakteristik data yang akan kita olah.

Pada intinya simbol-simbol yang digunakan di komputer terdiri atas huruf, angka, dan tanda baca lainnya. Simbol-simbol tersebut merupakan elemen dari data dan memiliki tipe data. Umumnya tipe data terdiri atas karakter, teks atau string, dan numerik. Namun sesuai dengan kebutuhan pengguna yang terus bertambah, maka tipe data terus berkembang. Banyak bahasa pemrograman menambahkan tipe data dengan boolean (logical), binary, float, date, memo dan sebagainya.

a. Tipe Data Numerik

Besar angka yang bisa diterima komputer sangat tergantung dengan jumlah bit (N) prosesor komputernya. Umumnya batasan angka yang bisa diterima adalah –(2^(N-1)) sampai dengan 2^(N-1)-1. Untuk komputer 32 bit batasannya adalah -2.147.483.648 sampai dengan 2.147.483.647.

Untuk menampung nilai data ke variabel dalam suatu bahasa pemrograman tertentu, maka kita harus memahami fasilitas apa saja (statements dan jenis variabelnya) yang disediakan oleh bahasa pemrograman yang kita gunakan. Juga kita perhatikan fasilitas operasi untuk tipe data numeriknya, misalnya apakah ada MOD, DIV, AVERAGE, MAX, MIN dan sebagainya.

Adapun jenis numerik (bilangan) yang biasa digunakan terdiri atas :

- bilangan kompleks

- bilangan real

- bilangan rasional

- bilangan irasional

- bilangan bulat

- dan sebagainya

Bilangan real adalah bilangan yang menggunakan nilai pecahan. Bilangan bulat adalah bilangan tanpa pecahan (integer), baik positif maupun negatif. Di luar bilangan-bilangan itu ada juga yang merupakan bagian dari bilangan-bilangan di atas seperti bilangan prima, bilangan cacah, bilangan ganjil, bilangan genap, dan lain-lain.

Untuk keperluan penempatan berapa banyak jumlah digit yang bisa digunakan oleh bilangan-bilangan di dalam variabel dapat menggunakan variabel berpresisi tunggal maupun berpresisi ganda. Misalnya di suatu bahasa pemrograman, untuk bilangan integer single precision (presisi tunggal) disediakan panjang 8 digit, dan untuk double precision (presisi ganda) disediakan panjang 16 digit. Untuk bilangan real sigle precision disediakan 16 digit, dan untuk real double disediakan 32 digit.

Operasi terhadap tipe data numerik sama halnya melakukan perhitungan matematis. Ada penjumlahan, pengurangan, perkalian, perpangkatan, dan sebagainya. Berikut macam-macam operasi (operator) yang ada sesuai urutan pengerjaannya :

^ : perpangkatan

* : perkalian

/ : pembagian

+ : penjumlahan

- : pengurangan

Urutan pengerjaan akan berubah jika terdapat tanda kurung. Tanda kurung menjadi prioritas utama yang dikerjakan.

Contoh :

2 ^ 3 * 4 – 6 / 2 + 5 = ((2 ^ 3 )* 4) – (6 / 2) + 5

= (8 * 4) – (3) + 5

= 32 – 3 + 5

= 34

2 ^ 3 * (4 – 6) / 2 + 5 = (2 ^ 3 )* ((4 – 6) / 2) + 5

= 8 * (-2) / 2 + 5

= -16 / 2 + 5

= -8 + 5

= -3

Ada pula operasi tambahan yang biasanya disediakan bahasa pemrograman, seperti :

Operator

Kegunaan

MOD

Sisa hasil pembagian, misalnya MOD(10/3) = 1

DIV

Pembagian yang menghasilkan bilangan integer (bulat), misalnya DIV(10/3) = 3

ABS

Mempositifkan bilangan negatif,

misalnya ABS(-45)=45

INT

Membulatkan bilangan real,

misalnya INT(34.67) = 34

VAL

Menumerikkan bilangan yang disimpan dalam string, misalnya VAL(‘27’) = 27

SQR

Menghitung nilai akar dari, misalnya SQR(25) = 5

TRUNC

Membulatkan ke atas bilangan real, misalnya TRUNC(34,67) = 35

Kondisi (disebut juga dengan operator relasional) yang biasa mengikutinya adalah :

= sama dengan

> lebih besar dari

< lebih kecil dari

<> tidak sama dengan

>= lebih besar atau sama dengan

<= lebih kecil atau sama dengan

b. Tipe Data Logika

Operator logikal (boolean) biasa digunakan untuk melakukan pengecekan suatu kondisi suatu program. Kondisi yang dicek bisa berhubungan dengan variabel numerik maupun variabel string. Nilai data dari variabel boolean adalah kondisi benar atau salah (true or false). Operator logika dasar terdiri atas AND, OR dan NOT.

  1. AND

AND adalah operasi yang melakukan pengecekan atas 2 kondisi atau variabel yang ada. Jika kedua kondisi bernilai true, maka hasil operasi AND adalah true, selain itu false. Berikut tabelnya :

Kondisi (Variabel 1)

Kondisi (Variabel 2)

AND

True (terpenuhi)

True (terpenuhi)

True

True (terpenuhi)

False (tidak terpenuhi)

False

False (tidak terpenuhi)

True (terpenuhi)

False

False (tidak terpenuhi)

False (tidak terpenuhi)

False

  1. OR

OR adalah operasi yang melakukan pengecekan atas 2 kondisi atau variabel yang ada. Jika salah satu kondisi bernilai true, maka hasil operasi OR adalah true, selain itu false. Berikut tabelnya :

Kondisi (Variabel 1)

Kondisi (Variabel 2)

OR

True (terpenuhi)

True (terpenuhi)

True

True (terpenuhi)

False (tidak terpenuhi)

True

False (tidak terpenuhi)

True (terpenuhi)

True

False (tidak terpenuhi)

False (tidak terpenuhi)

False

  1. NOT

NOT adalah operasi yang melakukan pengecekan atas 1 kondisi atau variabel yang ada. Jika kondisi bernilai true, maka hasil operasi NOT adalah false, dan sebaliknya. Berikut tabelnya :

Kondisi (variabel)

NOT

True (terpenuhi)

False

False (tidak terpenuhi)

True

Tipe data logikal adalah variabel atau record yang bernilai logikal (true atau false).

Operasi AND, OR dan NOT dapat digabung-gabungkan untuk mendapatkan suatu kondisi yang diinginkan. Berikut contoh dalam salah satu bahasa pemrograman :

c. Tipe Data String

String merupakan salah satu tipe data di komputer, dan merupakan kumpulan dari karakter. Nilai data string tentunya harus ditampung di variabel atau field yang berjenis string pula.

String umumnya digunakan untuk menyimpan data yang tidak perlu diproses secara matematis, namun banyak pula orang yang lebih suka menyimpan data numerik ke dalam tipe data string. Umumnya bahasa pemrograman menyediakan fasilitas untuk mengubah nilai data numerik yang disimpan dalam tipe data string menjadi tipe data numerik. Sehingga nilai data tersebut dapat diproses secara matematis kembali.

Nomor Pokok Mahasiswa (NRP) adalah sebuah contoh yang nilai datanya merupakan kode-kode yang dapat dijabarkan. Misalnya NRP = ‘5198100084’. Nilai tersebut dapat dijabarkan menjadi : karakter pertama menunjukkan fakultas, karakter kedua menunjukkan jurusan, karakter ketiga dan keempat menunjukkan tahun masuk dan sebagainya. Penjabaran kode seperti di atas lebih sulit dilakukan jika menggunakan tipe data numerik.

Bagian dari string disebut dengan substring, seperti pada contoh NRP di atas, tahun masuk (karakter ketiga dan keempat) merupakan substring dari NRP. Macam-macam operasi string adalah: pemenggalan, penggabungan, pencarian posisi, perhitungan banyak karakter, dan kombinasi dari semua operasi.

8 responses to “Logika Algoritma : Tipe Data

  1. terima kasih atas infonya..

    @sami-sami

  2. terima kasih infonya
    kalau bisa ditambah lagi

  3. makasih anda da mau membagi ilmu
    saya ingin mengetahui nya lebih lanjut
    gbu

  4. thanks ya mas smoga bs lebih lengkap lg
    & untuk saya semogA bisa bapet IP tinggi heheh

  5. rapi artikelnya dan cukup bermanfaat, thx :)

    @terima kasih

  6. terima kasih saya ingin tahu lebih bnyak lagi tntang algoritma berbasis satu atau tunggal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s