Materi Filsafat (Ontologi)

Silahkan diunduh untuk rekan-rekan karena sudah dipresentasikan

Tugas Ontologi Presentasi

Saatnya berubah

Manusia merupakan makhluk sempurna sehingga pernah puas dalam menuruti hawa nafsunya, selayaknyalah manusia mempunya mimpi, harapan, angan-angan dan keinginan karena tanpa adanya mereka maka manusia akan terombang-ambing tanpa tujuan dan tanpa pengharapan…

Jadi mimpi dan tujuan apa yang harus kita miliki???

Suplemen Pemrograman Terstruktur

Sebagai bahan penjelasan tambahan pemrograman terstruktur

silahkan download di suplemen penjelasan pemrograman terstruktur

dan ada tambahannya juga di sini ya…

kalo ada pertanyaan jangan yang sulit jawabnya ya!!!!

Kumpulan petuah pernikahan

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya”
(HR. Abu Sa’id)

Baca lebih lanjut

Manajemen SDM

Pembahasan manajemen sumberdaya manusia di suatu perusahaan/syarikah sesungguhnya merupakan bagian integral dari sebuah proses pembinaan menyeluruh yang menjadi tanggung jawab manajemen perusahaan guna memastikan terbentuknya SDM yang kafa’ah (cakap dan ahli), amanah (terpercaya) dan himmatul amal (beretos kerja tinggi). Pembinaan yang dimaksud bertumpu pada tiga aspek: (1) syakhshiyyah Islamiyyah atau kepribadian Islamnya, (2) skill atau keahlian dan keterampilannya, dan (3) kepemimpinan dan kerjasama timnya.

Baca lebih lanjut

Apakah Sebenarnya Mimpi Itu?

Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, mimpi merupakan suatu hal yang lazim dialami oleh seseorang pada saat tidur. Menurut pengertian umum mimpi adalah suatu rangkaian imaginasi atau daya khayal dari suatu kejadian yang kita alami waktu kita sedang tidur. Suatu kejadian yang nampaknya nyata tetapi tidak nyata tetapi ada.

Mimpi yang dialami seseorang dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam
1. Mimpi yang disukai atau mimpi baik.
Mimpi ini dapat digambarkan seperti ketika seseorang mengalami mimpi tentang hal-hal yang dia sukai. Menurut hadits yang diriwayatkan Bukhari ra, mengatakan: dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa sesungguhnya dia mendengar Nabi saw bersabda: “Apabila sesorang dari kamu memihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka hendaknya ia memuji Allah swt (bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia memberitahukannya. Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz kepada Allah swt) dari keburukannya dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat).”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,yang artinya :
“tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali berita-berita gembira”. Para shahabat bertanya :”apa itu berita-berita gembira?”, Rasulullah saw bersabda: “mimpi yang baik” (hr. Bukhari).
2. Mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri.
Menurut beberapa sumber, mimpi ini berasal dari keinginan hawa nafsu, karena seperti kita ketahui nafsu itu ada tiga, yaitu nafsu mutmainnah, nafsu lawwamah dan nafsu ammarah. Mimpi seperti ini terjadi kerana pengaruh pikiran.. Sesuatu yang kita lakukan atau yang kita khayalkan saat siang hari atau menjelang tidur sehingga hal tersebut muncul dalam mimpinya. Atau bisa jadi mimpi ini merupakan permainan syaitan sebagaimana dalam hadits riwayat imam muslim, diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw:
“sesungguhnya saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku) lalu saya mengikutinya dari belakang, maka Nabi saw mencelanya dan bersabda : “janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain) permainan syaithan terhadapmu di dalam mimpi(mu)” (HR. Muslim)

3. Mimpi buruk
Yaitu apabila seseorang melihat dalam mimpinya sesuatu yang ia benci. Mimpi ini datangnya dari syaithan yakni dengan menampakkan hal-hal yang jelek, yang dengannya seorang manusia dapat terkejut, sedih dan bisa jadi hingga membuatnya sakit, karena syaithan adalah musuh manusia, mereka menyukai apa yang dibenci oleh manusia. Allah swt berfirman :
“apabila (kalian) melihat selain dari itu (mimpi baik) berupa hal-hal yang dibenci, maka sesungguhnya itu datangnya dari syaithan maka berlindunglah (kepada allah) dari kejahatannya (syaithan) dan janganlah ia menceritakannya kepada seorangpun, karena mimpi tersebut tidak membahayakannya” (muttafaqun ‘alaihi)
Satu perkara yang perlu disadari bahwa mimpi tidak boleh dijadikan hujjah atas hukum syara (dalam artian mempercayai bahwa mimpi merupakan suatu tanda/isyarat akan terjadinya sesuatu dalam hidup). Ia sekedar berita-berita yang menggembirakan atau bunga tidur. Tidak lebih dari itu. Mimpi yang benar datang dari orang yang tidak pernah berbohong dalam hidupnya. Menurut ibn al-qayyim semakin benar hidup seseorang maka semakin benar pula mimpi yang dialaminya. Selain itu orang yang bermimpi itu hendaklah berada dalam keadaan berwudhu dan sehingga tertidur dalam keadaan suci, ini sesuai dengan sunnah nabi.
Demikian penjelasan singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
Salam Berkah!

(Satria Hadi Lubis)
Mentor Kehidupan

Sumber http://www.eramuslim.com/konsultasi/motivasi/apakah-sebenarnya-mimpi-itu.htm

setelah pemilik blog sering bermimpi akhir-akhir ini

Pemrograman Terstruktur : Contoh Procedure

Silahkan pelajari kemudian praktekan dalam bahasa pemrograman Pascal

Penjelasan pemakaian procedure dalam pascal

Sekaligus dengan penjelasan pertemuan ke-4

Struktur Suatu Bahasa Pemrograman

thanks to Universitas Budi Darma