Category Archives: Bebas

Saatnya berubah

Manusia merupakan makhluk sempurna sehingga pernah puas dalam menuruti hawa nafsunya, selayaknyalah manusia mempunya mimpi, harapan, angan-angan dan keinginan karena tanpa adanya mereka maka manusia akan terombang-ambing tanpa tujuan dan tanpa pengharapan…

Jadi mimpi dan tujuan apa yang harus kita miliki???

Iklan

Kumpulan petuah pernikahan

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya”
(HR. Abu Sa’id)

Baca lebih lanjut

Situs Porno, diblok !!!

Sebetulnya teknik memblok situs tidak baik (porno) sudah sedemikian mudahnya. Sebagian besar bahkan dapat dilakukan menggunakan software gratisan tidak perlu membayar se-peser-pun.

Pengguna Internet mempunyai beberapa pilihan, yaitu:

  • Menggunakan sistem operasi yang secara aktif memblok situs tidak baik.
  • Mencari software Parental Control
  • Menggunakan Browser Firefox dan menambahkan plugin Parental Control.
  • Menggunakan DNS dari OpenDNS.
  • Jika anda seorang administrator jaringan (linux) gunakan SquidGuard.

Diantara beberapa teknik di atas, teknik menggunakan browser Firefox dengan mengaktifkan plugin Parental Control barangkali merupakan cara yang paling sederhana yang dapat digunakan oleh para pengguna Internet.

Tentunya masih banyak teknik blok situs tidak baik yang ada di Internet. Penjelasan lebih lengkap terutama untuk sistem administrator jaringan dapat di baca pada :
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Teknik_Memblok_Situs_Tidak_Baik


Sistem Operasi Yang Memblok Situs Porno

Tidak banyak sistem operasi yang mengintegrasikan pemblokiran situs tidak baik. Salah satu yang terbaik hari ini adalah Ubuntu Muslim Edition (UbuntuME) yang secara terintegrasi mengimplementasi teknik untuk memblokir situs tidak baik di dalam-nya.Anda yang menggunakan Ubuntu Muslim Edition tidak perlu pusing-pusing mempelajari berbagai teknik blok situs, karena semua sudah built-in dan siap pakai tanpa perlu bersusah payah meng-konfigurasi.

Ubuntu Muslim Edition dapat di ambil pada :

atau memesan / membeli DVD / CDROM-nya dengan harga murah dari:

UbuntuME versi DVD lebih lengkap telah terintegrasi OpenOffice. Versi minimal adalah UbuntuME versi CDROM, tidak ada OpenOffice. Bagi anda yang kurang beruntung karena tidak menggunakan Ubuntu Muslim Edition, anda perlu mempelajari teknik-teknik berikut untuk melakukan pemblokiran.


Memblok Menggunakan OpenDNS

Memblok menggunakan OpenDNS sebetulnya tidak terlalu sukar, anda hanya perlu memasukan IP address OpenDNS, yaitu :

* 208.67.222.222
* 208.67.220.220

Bagi anda yang menggunakan Windows, kemungkinan besar settingan ini dilakukan dari menu Control Panel -> Networking -> Properties -> TCP/IP -> DNS.


Penggunaan Software Parental Control

Bagi para pengguna / end user yang masih menggunakan Windows. Ada baiknya mencari di Google dengan keyword “Parental Control”, memang kebanyakan software di Windows berbayar, bukan gratisan. Walau ada yang open source. Review software Parental Control dapat dilihat di
http://www.consumersearch.com/www/software/parental-control-software/.

Beberapa Software Parental Control ter-Favorit :

  • Net Nanny 5.6 (~$50 / tahun)
  • CyberPatrol 7.6 (~$40 / tahun)
  • Safe Eyes 5.0 (~$50 / tahun)

Beberapa Software Parental Control Windows yang gratisan / open source :

Memblok Situs Porno Menggunakan Content Filter di Firefox

Cara sederhana untuk blok situs porno menggunakan Browser Firefox.

1. Instal Firefox.tambahkan plugins (addons) utk content filtering
2. tambahkan plugins (addons) utk content filtering

Firefox dapat diambil dari situs http://www.mozilla.com. Plugin / Addons di Firefox biasanya size-nya kecil beberapa puluh Kbyte atau ratusan Kbyte, biasanya di-install langsung dari Internet. Ada beberapa plugins / addons “Parental Control” di Firefox, seperti :

Sumber: CyberTech

SatPol PP vs Gelandangan, Siapa yang salah ????

Biasa lihat berita tentang pembersihan gelandangan dan pengemis di televisi tidak begitu menggetarkan hati dan hanya sepintas saja melihatnya….

Tapi, hari ini saya menyaksikan kejadian itu dengan langsung di hadapan kendaraan saya… Bagaimana seorang ibu tua renta dengan menangis dan mengiba kepada petugas untuk tidak diangkut tetap saja petugas memaksa sang ibu untuk ikut dengannya

Sedih, mau membantu tapi apa daya toh nanti dianggap melawan petugas…

Siapa yang salah dan patut disalahkan sekarang ????

Negara Indonesia saat ini sedang melakukan satu hajatan besar berupa Pemilihan Presiden dan semua calon mengklaim diri mereka yang terbaik untuk bangsa ini, serta menjanjikan kehidupan lebih baik untuk rakyatnya..

Negara yang kaya ini sekarang menjadi bulan-bulanan negara tetangga tanpa punya taring atau nyali untuk membalas,,,

Negara yang kaya ini rakyatnya menangis dan banting tulang untuk membeli segelas teh manis

Ada yang salah dengan negara ini mungkin… atau ada yang patut disalahkan dengan kondisi sekarang ini ???

Indonesia ada 2 jenis sekarang, Indonesia dengan warga yang bergelimang harta dan Indonesia dengan bercucuran keringat untuk hidup…

Dari kisah di atas,,, petugas tidak salah karena mereka melakukan tugas dan mencoba menegakkan aturan yang telah menjadi pekerjaan mereka. Mungkin, di hati para petugaspun berontak dengan keadaaan ini.

Ibu tua tadi juga mungkin tidak salah karena beliau harus mencari nafkah demi keluarganya dan untuk menghidupi anak-anaknya.

Siapa yang salah dan harus bertanggung jawab dengan keadaan ini????


Sebuah Renungan lagi…..

Betapa sulit mengeluarkan uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan, tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah SWT selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saatterakhir untuk event yangmenyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Renungan ini digunakan untuk mengingatkan penulis untuk selalu ingat kepada sebuah keikhlasan dalam beribadah !!!!!!!!

Download Gratis E-Book Pelajaran SD, SMP, SMA, SMK

e-Book pelajaran Sekolah SD, SMP, SMU, SMK yang berbahasa Indonesia dapat di ambil dari :
Buku Pelajaran SD

Buku Pelajaran SMP

Buku Pelajaran SMA

Buku Pelajaran SMK

Semoga bermanfaat…..

Rasa Tanggung Jawab…..

Suatu hari, seorang tenaga marketing di bidang keuangan mengeluh dengan putus asa. “Seumur hidup saya akan merasa bersalah karena telah menyebabkan nasabah rugi besar. Apalagi jika sampai ada yang meninggal karena itu. Aduh rasanya saya mau mati saja,” katanya. Perusahaan tempatnya bekerja ternyata tidak mampu mengembalikan uang nasabah, sesuai perjanjian. Bukan hanya bunga yang tidak dibayar, bahkan pokoknya pun telah menyusut hingga 20 persen karena situasi market yang bergejolak turun.

Hampir setiap kali bicara di telepon, dia menangis ketakutan dikejar rasa bersalah dan memikirkan para nasabah yang pasti membencinya. “Kali ini, habislah saya. Mangkok nasi saya sudah terbalik. Saya trauma mau mencari kerja lagi. Pikiran saya kacau. Kalau ada apa-apa dengan nasabah gara-gara uangnya di sini nggak balik, matilah saya. Huhuhu… Bagaimana ya, Pak? Saya yang bujuk nasabah untuk investasi di sini, tapi sungguh Pak, saya tidak tahu kalau menejemennya amburadul seperti ini. Saya tidak pernah berniat mencelakai siapapun, tapi hari ini, huhuhu… justru orang-orang yang percaya kepada saya yang saya celakai.”

Sambil bercanda, si penerima keluhan menjawab, “Lho, jangan mati dulu dong. Kalau kamu orang yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab, justru harus tetap hidup dan menghadapi masalah ini. Tunjukkan bahwa kamu tidak akan lari dan akan membantu menyelesaikannya hingga beres. Jika kamu sudah maksimal membantu, tetapi nasabah tetap tidak puas (karena rugi besar), itu risiko yang harus kamu tanggung. Nggak perlu marah-marah sendiri. Nasabah mau marah dan benci, itu adalah hak mereka. Siapa pun yang dirugikan sebesar itu, boleh marah kok, sangat manusiawi.”

Ia melanjutkan bicaranya. “Mereka belum tentu membenci kamu secara pribadi, tetapi situasi yang tidak nyaman menyebabkan harus ada orang yang bisa dijadikan tempat untuk mereka marah. Ya kamulah orang yang paling tepat buat sasaran. Tetapi sebenarnya, setiap orang harus bertanggung jawab pada keputusannya sendiri! Saat nasabah menandatangi perjanjian, dengan sadar, tidak ada orang yang memaksa dia untuk ikut kamu kan? Jadi, jika kamu udah mengupayakan semaksimalnya, sisanya serahkan pada Yang Di Atas. Itu sudah di luar kendalimu. Jangan percaya kalau ini adalah akhir dunia, alias kiamat. Setiap pekerjaan yang kamu kerjakan dengan hati dan niat baik, pasti ada jalan yang terbuka. Hari ini nasabahmu mungkin sekitar 50 orang. Padahal di luar sana masih ada puluhan orang lain calon nasabah. Nah, ke depan, hati-hati memilih tempat kerja, teliti dulu. Tegakkan kepala dan bersikaplah optimis karena hidup harus berlanjut!”

Teman-teman yang luar biasa,
kita mungkin pernah merugikan orang lain dengan tidak sengaja, hingga orang lain menderita. Tetapi yang paling utama adalah kita sadar secara tulus bahwa kita tidak ada hati secara sengaja untuk merugikan orang lain. Selain itu, kita harus berani bertanggung jawab, membantu, dan menghadapi situasi itu sampai tuntas.

Seorang ilmuwan besar Albert Einstein (1879-1955) mengatakan, “The price of greatness is responsibility” (harga sebuah kebesaran ada di tanggung jawab). Mempunyai rasa tanggung jawab adalah mutiara kehidupan. Dengan rasa tanggung jawab yang besar, kita ambil hikmah dan pelajaran pahit, serta tetap berani berjalan ke depan dengan optimis aktif!

Demikian dari saya,

Andrie Wongso.
Success is my right, sukses adalah hak saya!
Salam sukses LUAR BIASA!