Category Archives: Rohani

Agamaku

Doaku…

Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama, sahabat-sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang berbuat baik kepada kami dan bagi kaum muslimin muslimat, mukminin dan mukminat, wahai Tuhan penguasa alam semesta. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa. Amin

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memelihara wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, Ya Allah peliharalah wajah kami dengan kemudahan rezeki dan jangan Engkau merendahkan kami dengan kesempitan rezeki-Mu. Maka peliharalah diri kami dari meminta-minta hajat kami kecuali kepada-Mu dengan kemurahan dan kaunia-Mu. Wahai dzat yang paling penyayang. Amin

Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu kami mohon pertolongan, terimalah doa kami, Wahai Tuhan Sekalian Alam. Amin

Ya Allah, peliharalah kami dari musibah yang Engkau turunkan, berikanlah kami nikmat-nikmat-Mu dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mendapatkan kebaikan, bukan hamba-hamba yang mendapat ujian, dengan rahmat-Mu, Wahai yang paling penyayang diantara yang penyayang. Anugerahkan kepada kami kesehatan lahir dan bathin. Amin

Wahai Yang Maha Lembut, Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Menerima tobat lagi Maha Penyayang.Amin

Ya Allah, yang melepaskan kesulitan, yang menghilangkan kesedihan, yang memenuhi permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat. Amin

diambil dari Wisata Hati.Com

Iklan

Ayo… Rebut Rejeki kita !!!

Kadang kita merasa orang yang sangat tidak beruntung jika melihat perekonomian di atas kita sehingga kita sering tidak bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan…. Kita merasa kadang hidup sangatlah sulit dan atas itu semua kita mencari alasan untuk menyalahkan siapa atau apa….. Jarang atau bahkan kurang kita dalam melihat kenyataan yang ada disekitar kita.

Ada beberapa cara mungkin yang dapat kita jalankan jika ingin rejeki kita lancar dan berlimpah, di antaranya adalah :

1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan
“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)

9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, “Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, “Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)

Semoga kita dapat melakukan dan mempraktekannya demi kehidupan yang lebih baik. Amin ya Rabbi…..

..::Dari berbagai sumber terutama Al Quran::..

Kenikmatan itu……… ehmmhmmm

Teringat materi pada saat khotbah Jum’at, bahwa sang khotib menyampaikan materi yang bagi saya mungkin dapat menegaskan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini ada di pikiran saya,

tentang kenikmatan………..

Sang khotib berpendapat bahwa manusia diciptakan Allah SWT telah ditanggung semuanya, mulai rejeki, jodoh maupun ajal telah ditentukan pula.

Tulisan ini adalah hasil sari dari khotbah tersebut yang intinya bahwa manusia itu harus selalu mensykuri semua keadaan yang ada sebagai sebuah kenikmatan yang di bagi menjadi 4 tahap kenikmatan, yaitu :

Pertama

Kenikmatan keduniawian

Semua makhluk telah memiliki jatah dalam dunia ini sehingga segala sesuatu dapat kita pasrahkan kepada sang Pencipta, dengan kenikmatan ini kita dapat memanfaatkannya untuk membelanjakannya di jalan Allah dan bagi yang berkekurangan

Kedua

Kenikmatan Kesehatan

Adalah berkah kita semua merasakan nikmat sehat ini, tidak akan terasa nikmatnya jika kita tidak sedang kehilangannya

Ketiga

Kenikmatan Iman dan Islam

Kita kaya harta dunia dan sehat jasmani tetapi tidak mempunyai kenikmatan Iman dan Islam akan membuat kita merasakan hidup yang hampa tanpa tujuan jelas yaitu akhirat.

Keempat

Kenikmatan Ketaatan

Iman kita kuat, Islam kita sehat tetapi kita menjadi orang yang tidak taatpun akan membuat kita semua terasa sulit untuk dapat merasakan semua kenikmatan yang kita peroleh dan memanfaatkan kenikmatan tersebut dengan semaksimal mungkin.

Sekedar pengingat kepada penulis yang sedang merasakan kekurangan nikmat,,,,,

NIKMAT MANA LAGI YANG KAU INGKARI

Terdzolimi dan mendzolimi

Berat memang untuk selalu dapat menerima dan menjalani ketentuan dari Allah SWT tanpa adanya satu keikhlasan dan kesadaran bahwa semua itu telah ada yang mengatur dan sebagai seorang hamba pastinya diberi kesempatan untuk berdoa, berusaha dan berikhtiar serta percaya bahwa setiap apa yang kita lakukan pasti akan ada BALASANNYA.

Ya Allah…. Sadarkanlah umat manusia yang belum sadar, Kasihanilah dan ampunilah para hamba yang lemah tak berdaya tercekik keadaan dan kesulitan hidup.

Ya Allah….. berikan hidayah pada para pengurus negeri ini, berikan hidayah pada para pemimpin kami atau gantikan dengan yang lebih baik jika Engkau berkehendak mengadzab atau memberikan peringatan kepada mereka yang dzalim.

“Katakanlah Telah datang kebenaran dan robohlah kebathilan” Ya Allah rubahlah keadaan kami kepada keadaan yg lebih baik, keadaan yg Engkau Ridhoi. Amiin ya robbal alamien.

Yang berkapabel/berkemampuan dakwah dengan tangan maka kami doakan semoga ditolong Allah dimudahkan, yg bisa dengan lisan mari kita mulai menggaungkan kebenaran dan mengikis kebatilan, yg tidak mampu keduanya mohon sumbangan doanya demi kebaikan kita.

Perlu kiranya kita memperhatikan doa-doa yang terkabulkan diantaranya adalah :

Doanya orang yang berada dalam kesempitan. Dalam artian kalau orang tersebut sudah berusaha semaksimal mungkin, namun hasilnya mentok doa yang memegang peranan penting saat itu. Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallahu.


Doanya orang yang terdzolimi. Yang ini sudah biasa kita dengar sepertinya, so hati-hati dalam berbuat dan bertindak (terutama buat yang dapat amanah memimpin banyak orang), karena tindakan yang kita lakukan besar kemungkinannya untuk mendzolimi orang lain sementara Allah bisa dengan mudahnya mengabulkan doa-doa orang yang terdzolimi.

Doanya orang yang berpuasa, dalam perjalanan, dan doa orang tua pada anaknya. Tuh kan, makanya rajin-rajin puasa, jalan-jalan (silaturahim dan hijrah kali ya maksudnya), dan bersikap baik dengan orang tua.

Doanya seorang mukmin pada saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu. Yang ini bisa langsung dipraktekin. Minimal doain saya ya, hehe. Kan, tanpa sepengetahuan saya.

Doanya sesorang saat sedang dalam kondisi senang. Doa ini bisa dikatakan, doa saat kita dilenakan oleh kebahagiaan dan kenikmatan duniawi. Tidak mudah, karena biasanya lebih mudah dan lebih khusyu’ berdoa saat-saat kesedihan, susah, dan gelisah melanda diri kita. So, buat yang hidupnya susaah aja, bisa jadi itu salah satu bentuk kasih sayang Allah agar kita tak jauh-jauh dari-Nya.

Doanya seorang yang banyak berdzikir. Itu kenapa kita dianjurkan untuk berdzikir dan mengagungkan asma-Nya sebelum berdoa.

Doanya seorang muslim atas orang Kafir. Doa seorang muslim atas saudaranya yang kafir dikabulkan, doa seorang kafir atas saudaranya yang muslim, maaf saja, tidak dikabulkan.

Semoga kita dapat selalu menjaga amanah dan terhindar dari perbuatan dzolim terhadap orang-orang di sekitar kita dan Allah SWT menjadikan kita selalu mengadahkan tangan untuk berdoa menjadi orang yang bersyukur….. Amin…

Khayalan yang tidak bermanfaat

Ketidakmampuan dalam mengendalikan pikiran ke arah yang baik akan mengakibatkan seseorang seringkali merasa khawatir atau mengalami peristiwa-peristiwa yang sebenarnya belum terjadi seolah-olah telah terjadi dalam benaknya, dan terseret dalam kesedihan, kekhawatiran dan ketakutan.

Misalnya, orang tua yang mempunyai anak yang tengah belajar untuk menghadapi ujian kadangkala membuat sebuah skenario sebelum ujian tersebut berlangsung dalam benaknya: “Apa yang akan terjadi jika anaknya tidak lulus ujian? Jika anak laki-lakinya tidak memperoleh pekerjaan yang layak di masa depan, mendapatkan penghasilan yang cukup, maka ia tidak dapat menikah. Kalaulah ia menikah, bagaimana ia dapat membiayai pernikahannya? Jika ia tidak lulus ujian, semua uang yang dikeluarkan untuk persiapan ujian tersebut akan terbuang percuma. Tambahan lagi, ia akan terhina di mata orang-orang. Apalagi jika anak laki-laki teman dekatnya ternyata lulus sedang anaknya sendiri gagal…”
Khayalan-khayalan tersebut terus berkembang, padahal anaknya belum melaksanakan ujian. Seseorang yang jauh dari agama akan mudah terbawa oleh khayalan sia-sia yang serupa sepanjang hidupnya. Hal ini tentu ada sebabnya. Al-Qur’an menyebutkan bahwa yang menyebabkan manusia terbelenggu oleh khayalan atau angan-angan kosong adalah dikarenakan mereka membiarkan telinga mereka dibisiki oleh syaitan:

“Dan aku (syaitan) benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka …” (QS. An-Nisaa’, 4: 119)

Sebagaimana termaktub dalam ayat di atas, mereka yang terbawa oleh khayalan kosong, akan melupakan Allah, tidak berpikir, dan senantiasa menerima bisikan-bisikan syaitan. Dengan kata lain, jika seseorang yang tertipu oleh kehidupan dunia tidak menggunakan kekuatan tekad mereka, tidak bertindak secara sadar dan berusaha meninggalkan kondisi yang demikian, ia akan berada dalam kendali syaitan secara penuh. Satu diantara pekerjaan syaitan yang patut diketahui adalah senantiasa menimbulkan keragu-raguan dan khayalan-khayalan kosong dalam diri manusia. Oleh karena itu, segala khayalan, perasaan putus asa dan kekhawatiran seperti: “apa yang akan saya perbuat jika akan terjadi yang demikian” terbentuk dalam benak seseorang akibat bisikan-bisikan syaitan.

Allah telah memberikan jalan keluar dari keadaan yang buruk ini. Dalam Al-Qur’an, ketika niatan-niatan jahat syaitan melingkupi manusia, mereka dianjurkan untuk minta perlindungan kepada Allah dan mengingat-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)” (QS. Al-A’raaf, 7: 201-202)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut, mereka yang berpikir akan dapat mengetahui mana yang benar, sebaliknya mereka yang tidak berpikir akan menuju ke arah mana saja syaitan menyeret mereka.
Yang terpenting adalah mengetahui bahwa khayalan-khayalan semacam ini tidak akan mendatangkan manfaat kepada manusia. Bahkan sebaliknya, menghambat mereka dari memikirkan tentang kebenaran, hal-hal yang penting; dan mencegah kebersihan akal dari segala hal yang sia-sia. Manusia mampu berpikir secara benar jika akalnya telah bebas dari pikiran yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Dengan demikian, mereka “menghindarkan diri dari apapun yang tidak bermanfaat” sebagaiman Allah perintahkan dalam Al-Qur’an.

Sumber : Harun Yahya

Jaringan Raksasa Yang Mengelilingi Tubuh Kita

Pernahkah kalian bertanya pada diri sendiri tentang hal-hal berikut ini?

Apakah saya harus bernafas sekarang?

Cukupkah darah yang dipompa oleh jantung saya?

Sel dan bagian tubuh saya yang manakah yang memerlukan energi dalam jumlah banyak?

Kapan perut saya mulai mencerna makanan yang telah saya makan?

Apakah cahaya yang memasuki mata saya telah pas jumlahnya?

Otot-otot yang manakah yang harus saya kerutkan untuk menggerakkan tangan saya?

Pertanyaan-pertanyaan ini terdengar aneh, bukan? Ini karena kita tidak pernah bertanya pada diri kita seperti itu. Bahkan, sebagian besar kita tidak pernah menyadari terus berlangsungnya proses-proses yang disebutkan dalam pertanyaan itu. Tubuh kita melakukan seluruh proses tersebut secara otomatis. Dan tubuh kita menggunakan jaringan syaraf untuk melakukannya. Jaringan ini terbentuk oleh persatuan triliunan sel syaraf, yang bisa kalian lihat di halaman-halaman buku ini. Kita dapat membandingkan jaringan syaraf ini, yang mencapai segala sudut tubuh kita, dengan jalan raya, seperti yang terlihat di gambar. Berkat jaringan ini, sel-sel di otak kita terhubung dengan sel otot di kaki kita, dan seluruh sel tubuh berkomunikasi satu sama lain. Akan tetapi, sistem syaraf kita memiliki sistem yang jauh lebih terpadu dibandingkan berkilo-kilometer jalan raya, yang memiliki banyak persimpangan dan jalan layang untuk kendaraan yang bergerak pada arah berlawanan. Seperti kendaraan yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain di jalan raya, begitu pula halnya impuls-impuls syaraf diantarkan di sepanjang jaringan syaraf pada tubuh kita. Impuls-impuls ini membawa pesan-pesan dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya. Baca lebih lanjut

SEL : Pabrik Raksasa Yang Tidak Terlihat Oleh Mata Telanjang

Tubuh kita terdiri atas triliunan sel. Jumlah ini tidak bisa disepelekan. Jelaslah satu triliun adalah jumlah yang begitu besar. Setiap tubuh manusia dewasa terdiri atas 100 triliun sel. Tetapi syukurlah sel-sel ini sangat kecil, sehingga tubuh kita tidak berukuran raksasa. Contoh-contoh yang akan kita berikan di sini akan membantu kalian untuk lebih memahami betapa kecilnya sel-sel itu. Ketika satu juta sel-sel tubuh kita berkumpul bersama, mereka menempati sebuah tempat yang tidak lebih besar daripada sebuah ujung jarum. Meskipun demikian kecil, bentuk sebuah sel tidak pernah bisa dipahami dengan sempurna. Para ilmuwan masih melakukan penelitian tentang sistem yang dimiliki oleh sebuah sel.

Sel pertama yang membentuk tubuh kalian berasal dari rahim ibu kalian dengan menyatunya dua sel, yang satu dikeluarkan oleh tubuh ibu kalian dan satunya lagi oleh ayah kalian. Sel ini terus membelah dan menjadi segumpal daging beberapa waktu kemudian. Kemudian, begitu sel-sel yang membentuk daging ini terus membelah untuk membentuk sel-sel baru, tubuh kalian pun mulai sedikit demi sedikit terbentuk.

Baca lebih lanjut